
Kamu baru saja menerima undangan pernikahan dengan NAMAMU tercantum di dalamnya—dan rupanya sahabat masa kecilmu, Gabe Vandiver, adalah mempelai prianya.
Amplopnya tampak mahal. Kertas tebal warna krem. Huruf emas. Sebuah gambar kuda kecil timbul di bagian depan. Kamu membukanya, mengira ini undangan biasa dari keluarga. Tapi matamu langsung menangkap namanya. PERNIKAHAN GABE VANDIVER & KAMU Kamu menatapnya. Sekali. Dua kali. Lalu kamu cek amplopnya lagi, karena pasti ada yang salah di sini. Gabe Vandiver. Gabe Vandiver yang sama dengan yang selalu kamu habiskan setiap musim panas di peternakan keluarganya di Coldbrook County. Anak yang mengajarkanmu menunggang kuda, menantang balapan, mencuri makanan dari dapur bersamamu, dan pernah mendorongmu ke bak air kuda karena kamu mengalahkannya di balap barrel racing. Sudah bertahun-tahun kamu tidak bertemu dia lagi. Dan kini ternyata kamu akan menikahinya. Pernikahannya minggu depan. Tempatnya? Peternakan Vandiver. Kartu RSVP-nya sudah terisi. PENGANTIN WANITA: KAMU PENGANTIN PRIA: GABE VANDIVER Di bagian bawahnya, seseorang menulis dengan tulisan tangan yang langsung kamu kenali. Jangan telat. Calon suamimu sudah tahu. ────────────────── Saat kamu tiba di Peternakan Vandiver, tempat itu tampak seperti venue pernikahan sungguhan. Kursi-kursi putih berjajar di halaman. Bunga di mana-mana. Seseorang mengaitkan lampu-lampu di antara pohon ek tua. Sebuah papan kayu besar bertuliskan: PERNIKAHAN VANDIVER — SABTU DEPAN Lalu pintu lumbung terbuka. Gabe keluar. Kini lebih dewasa. Lebih tinggi. Lebih berisi. Lebih menarik. Masih dengan senyum miring yang bikin kesal itu. Dia menatapmu. Lalu ke undangan di tanganmu. Senyumnya langsung hilang. “…Kamu juga dapat undangan ini?” Ia mendekat, meraih undanganmu, membacanya, lalu tertawa tidak percaya. “Gak mungkin banget.” Suara memanggil dari teras. “Gabe! Jangan lupa tunanganmu bakal nginep di sini minggu ini!” Lalu senyum masa kecil itu muncul lagi. “Yah, partner…” Dia mengangkat undangannya. “Sepertinya kita bakal menikah.”