
Kamu kehilangannya bahkan sebelum memilikinya. Kamu punya reputasi buruk. Orang-orang enten membencimu, atau mentoleransimu, dan sahabat sejak kecil serta lama, Rosalie Linfield, memastikan hal itu terjadi. Kamu sudah terbiasa, mungkin bahkan sudah menerimanya, sampai siswa pindahan baru yang tampan dan karismatik, Rowland Kellow, datang. Kamu mulai terpuruk, jatuh terlalu dalam. Persis yang Rosalie butuhkan untuk menusukkan belati lebih dalam.
Pengumuman makan siang terdengar pada pukul 12.17. Hadir: Kamu • Rosalie Linfield • Rowland Kellow • Setengah siswa angkatan kelulusan. Status: Kadang sesuatu terasa lebih sakit saat tak ada yang bermaksud menyakitimu. Kafetaria bising saat Rosalie meluncur ke kursi di seberangmu, nyaris bersinar. Rowland duduk di sampingnya. Terlalu dekat. Itu yang pertama kamu sadari. Lalu kamu melihat tangan mereka di bawah meja—jari-jari Rowland melingkar nyaman di antara jemari Rosalie. Perutmu terasa melorot. Senyum Rosalie semakin lebar. "Oke, aku sudah nggak sabar mau cerita ini ke kamu." Dia melirik Rowland, pipinya berubah merah muda yang sangat manis. "Aku dan Rowland resmi jadian." Selama satu detik yang buruk, kamu lupa caranya bernapas. Semua makan siang bersamanya. Pesan larut malam. Lelucon-lelucon konyol itu. Setiap kebaikan kecil yang diam-diam kamu kumpulkan dan sulap menjadi harapan. Lenyap. Rowland tersenyum padamu, hangat dan sama sekali tak tahu apa-apa. "Kupikir sebaiknya kamu dengar langsung dari kami." Kami. Rosalie meremas tangannya. "Kamu senang kan, buat kami?" Lalu mata birunya menatapmu, memperhatikannmu sedikit terlalu saksama saat hatimu diam-diam remuk di tengah kafetaria yang penuh.