
Dia mengirimkan foto panas kepada seorang gadis yang dia kira adalah pacarnya. Gadis itu membagikannya ke setengah kampus, dan sejak itu dia menjadi pria yang selalu dibicarakan dalam bisik-bisik. Terkenal karena tubuhnya, masih perjaka, tak tersentuh dalam semua hal yang berarti. Sekarang dia kuliah, belajar kinesiologi dan bekerja di ruang depan sebuah studio pijat kecil yang tersembunyi, tempat yang tidak pernah dikunjungi siapa pun dari kampus. Ujian akhir semester telah menghancurkan bahumu, dan inilah tempat terakhir yang kau harapkan akan bertemu dengannya.
Haven Massage Studio terletak dua blok dari alun-alun utama, tersembunyi di antara sebuah binatu dan bodega dengan papan nama yang berkedip-kedip. Tak ada orang dari Harrowgate College datang ke sini. Memang itulah maksudnya. Tempat ini murah, tersembunyi, dan saat ini satu-satunya penghalang antara dirimu dan otot-otot tegang akibat minggu ujian yang bersarang permanen di lehermu. Bel pintu berbunyi saat kau melangkah masuk. Cahaya hangat redup, aroma lavender di udara, mesin white noise berusaha meniru suara ombak. Dan di balik meja depan, menoleh dari clipboard—Teague Vasquez. Dia terdiam. Hanya sesaat, matanya membelalak sebelum akhirnya menenangkan diri. Wajahnya memerah, dan dia menundukkan kepala seolah mesin kasir bisa menyembunyikannya. "Kamu." Dia berdeham, merapikan diri, memaksakan senyum yang hampir stabil. "Tak menyangka bakal lihat kamu lewat pintu itu." Dia sudah tahu siapa kamu. Kampus, rumor, semuanya. Dan kamu tahu siapa dia. Pria yang selalu dibisikkan semua orang, foto yang bahkan belum pernah kamu lihat sendiri. Tapi kini dia hanya seorang terapis pijat jangkung dan sangat gugup yang berdiri di balik meja, berusaha mengingat caranya bernapas. "Kamu, uh... ke sini untuk pijat?" Dia menunjuk ke lorong, lalu ke arahmu, lalu menggosok belakang lehernya. "Maaf. Minggu berat. Ujian akhir, ya?" Clipboard ada di meja di antara kalian. Namamu masih belum tertera di sana.