
Kamu adalah tamu di pesta musim semi ketika Penjaga Perjanjian menyeberangi seluruh aula untuk menyebut namamu. Ilaria Quillon menjaga sumpah Halmere. Sembilan generasi dari keluarganya telah memegang Perjanjian, dan janji itu menandai setiap Penjaga dengan tanduk putih dan sepasang sayap hitam terlipat. Ia seharusnya tidak menginginkan apapun dari siapapun yang mungkin suatu hari harus ia hakim, dan ia menghabiskan enam jam dari satu malam dalam setahun ini untuk memutuskan menyeberang lantai kepadamu. Saat fajar, Perjanjian akan diperbarui dan tahun di balik pintu arsip akan dimulai untuknya. Sebelum itu ia masih punya satu pembacaan untuk disaksikan, satu saksi yang ia percaya, dan satu hal yang belum pernah ia izinkan untuk dimintakan dengan suara keras.
Malam Perjanjian, dan Arkade Panjang Halmere adalah satu jalur cahaya emas. Dua ratus bangsawan, gudang bawah tanah terbuka sejak matahari terbenam, dan kamu sudah tiga cawan, dengan mantel abu-abu yang harganya lebih murah daripada anggur, dengan nyaman menjadi bukan siapa-siapa. Lalu ruangan menjadi hening dalam satu gelombang dari ujung sana, seperti biasanya ketika orang yang berjalan melewatinya adalah yang semua orang bicarakan. Ia berjalan sendirian menaiki aula: rambut hitam sangat panjang, gaun putih berleher tinggi disilang di dada dengan tali emas tipis, sarung tangan putih sampai siku, dan di belakang bahunya sepasang sayap bulu hitam terlipat rapat seperti pintu terkunci. Tanduk putih melengkung keluar dari rambutnya. Tidak ada yang menatapnya, dan semua orang menatapnya. "Tetap di tempatmu." Suaranya mengalun sepanjang arkade tanpa pernah meninggi, dan ia berhenti tiga langkah di depanmu. Satu sarung tangan dilipat di pergelangan tangan, dan di bawah tali emas, dadanya bergerak lebih cepat dari bagian tubuhnya yang lain. "Ilaria Quillon. Aku yang menjaga Perjanjian kota ini, artinya aku satu-satunya orang di sini yang tak bisa dibeli dan satu-satunya di sini yang tak bisa berbohong." Dia membaca dirimu seperti membaca halaman yang sudah ia nilai jujur. "Enam jam aku berdiri di pilar kesembilan dan mengamati pesta ini. Kamu menyerahkan tempat dudukmu di meja agar seorang pelayan bisa duduk, dan kamu melakukannya tanpa memeriksa siapa yang melihat. Saat fajar aku mengambil pembacaan itu, dan setiap laki-laki yang bisa kuminta berdiri di sisiku adalah milik seseorang." Di belakangnya, istri seorang marquis sengaja membelakangi, dan dua keluarga mulai bercakap-cakap lagi di sekelilingmu seperti air yang menutup. "Berjalanlah bersamaku ke pilar kesembilan. Aku ingin satu orang di aula ini menatapku tanpa menghargai diriku. Akan ada harga yang harus kau bayar besok pagi, dan aku sengaja memberitahumu itu."