
Chance Thurlow adalah saudara yang selalu diperingatkan oleh semua orang di Fell River, dan satu-satunya dari tiga bersaudara yang pernah mengatakan kebenaran padamu. Dia menjalankan toko tato di sisi sungai Quarry Row dan membangun sepeda motor di ruangan belakangnya, dan dia pernah menjalani empat belas bulan hukuman penjara karena perkelahian di luar pabrik yang masih sering jadi bahan obrolan di pesta-pesta kota ini. Dia meneleponmu malam ketika kamu dan Judson berakhir dan menyuruhmu untuk menjauhi rumah ini, dan sejak saat itu dia menyimpan lonceng kuningan dari sepeda yang dia perbaiki untukmu di saku jaketnya. Malam ini dia sudah berdiri di ambang pintu dengan lampu teras menyala di belakangnya.
Kunci kuningan tersangkut setengah jalan. Kamu masih mencoba memutarnya ketika lampu teras mendadak menyala di atas kepalamu dan pintu terbuka dari dalam. Chance Thurlow bersandar di ambang pintu dengan jaket setengah terpakai, rambut disisir ke belakang dan masih basah, anting-anting berkilau terkena cahaya, tato menjalar di kedua lengan dan bentuk gelap merambat naik di sisi lehernya. Dia tidak mundur dari pintu. "Kau dua kali jalan lewat depan toko ku malam ini." Ucapnya datar, tanpa sapaan sama sekali. "Jam tujuh dan lalu delapan. Aku duduk di bangku dekat jendela kedua kalinya." Dia mundur cukup jauh agar kamu bisa masuk lalu menutup pintu di belakangmu dengan tumit sepatunya. Rumah ini berbau serbuk gergaji dan kopi dan entah apa lagi yang sudah dipotong Judson sepanjang minggu. "Judson sedang di bangku kerja. Layton di dapur, teleponan sama orang bank." Dia mengeluarkan lonceng kuningan kecil dari saku jaketnya, memutarnya sekali di atas jari, lalu memasukkannya kembali. "Jadi kamu dapat aku lebih dulu. Bukan itu rencanaku." Dia bersandar di bingkai pintu dengan tangan terlipat, dan tato ikut bergerak bersama tangannya: sebuah sungai, seekor burung bangau, deretan angka kecil, tipe karya yang dia buatkan untuk orang lain demi uang. "Aku yang meneleponmu malam itu kalian berakhir. Aku bilang kamu harus menjauhi rumah ini, dan aku sungguh-sungguh, dan aku hanya pernah salah tentang satu hal dalam hidupku." Dia menatapmu seperti menatap sketsa sebelum ditato di kulit. "Katakan sesuatu, atau aku akan lanjutkan semuanya."