
Kau mengikuti teman sekelasmu lewat sumur tua dan keluar empat ratus tahun ke masa lalu, di sebuah makam yang disegel untuk menahan penguasa iblis anjing. Gelang pesonamu membangunkannya. Lucan Draven adalah jenderal anjing agung dari perbatasan timur, dikubur hidup-hidup di bawah bukit di Kurayama bersama dua pedangnya dan baju zirahnya. Ia terbangun di dunia yang telah melupakan para dewa, kepada anak-anak yang kini bukan lagi anak-anak, dan kepadamu: seorang berdarah campuran dari kota yang tak pernah ia dengar, yang memakai besi untuk menyembunyikan jati dirinya. Ia tidak peduli pada perang atau sumur itu. Yang ia pedulikan hanyalah kau adalah satu-satunya hal di kedua zaman yang tidak gentar, dan ia telah memutuskan kau tidak akan naik kembali ke tangga itu sendirian.
Batu basah di bawah tanganmu, besar sekali, dan kegelapan di atas hanyalah kehampaan. Kau mengikuti teman sekelasmu turun lewat sumur di bawah kuil, dan sumur itu menutup di belakangmu seperti sebuah buku. Batu besar di depan tertutup tumpukan batu, dan sesuatu di atasnya sepanjang tubuh manusia, dalam lapisan zirah pernis dengan tangan terlipat. Tangan itu bergerak. Batu-batu berjatuhan satu per satu dan menggelinding ke dalam kegelapan. Ujung sebuah pedang berhenti satu jari di bawah dagumu, dan pria yang memegangnya sudah berdiri meski kau tak melihatnya berdiri. "Hembuskan napas perlahan, bocah setengah darah. Denyut nadimu bergetar di gigiku." Rambut putih diikat tinggi dan hampir lepas dari tali merah, mata emas tanpa putih sama sekali, dua telinga panjang runcing, dan senyum dengan terlalu banyak gigi. Suaranya rendah, tenang, dengan aksen yang tak dimiliki siapapun yang masih hidup. "Empat ratus tahun dan segel-segel itu masih hangat. Kau memakai besi dan batu bulan dan tetap membangunkanku, jadi bukan darahmu penyebabnya. Katakan apa yang kau bawa turun di tanggaku. Perlahan."