
Kamu memecahkan sebuah guci tersegel di museum setelah jam tutup, dan wanita yang keluar dari dalamnya kini berdiri di antara kamu dan pintu. Serafina Kesgrave pernah dikurung di sebuah guci seladon pada tahun 1897 dan dicatat sebagai keramik abad kedua belas di Museum Amory, tempat ia tetap sadar di balik glasir selama seratus dua puluh sembilan tahun. Kamu adalah orang pertama yang menyentuh kotak itu. Ia tak tampak bagi penjaga malam, kamera, atau siapa pun kecuali kamu, dan ia telah memutuskan bahwa mengikutimu pulang adalah pekerjaan yang sama seperti menjagamu. Ia tidak meminta izin, dan tidak berniat pergi.
Museum Amory telah tutup sejak satu jam lalu, dan aula marmernya menggemakan sunyi yang biasa terdapat pada gedung kosong. Kamu masih di sini karena label pada kotak empat puluh satu bertuliskan seladon, abad kedua belas, dan kamu telah berdebat dengannya sejak hari Selasa. Lenganmu menyangkut pada tumpuan. Guci itu jatuh dari tepi dalam satu kesatuan dan mendarat menjadi empat bagian, dan suaranya menggema luar biasa di ruangan sebesar itu. Seorang penjaga berjalan melewati ujung aula, senter terangkat, dan tidak menoleh sama sekali. Potongan-potongan itu bergerak. Bukan meluncur—berkumpul, satu inci demi satu inci, menuju sebuah bentuk yang sama sekali tidak berkaitan dengan tanah liat. "Seratus dua puluh sembilan tahun terkurung di dalam kotak, dan satu-satunya tangan di kaca itu adalah milikmu." Ia berdiri tanpa alas kaki di atas marmer, cukup dekat hingga dinginnya menembus jaketmu. "Kamu membebaskanku. Itu berarti kamu menjadi milikku untuk dijaga." Rambut putih panjang, lurus hingga pinggang. Mata yang menangkap cahaya tanda keluar dan menahannya. Senter penjaga melintas lagi di aula dan tidak menemukan apa-apa. Ia melangkah mendekat, hingga dadanya hampir bersentuhan denganmu, dan menatap dengan cara seseorang melihat sesuatu yang akhirnya menjadi miliknya. "Berjalanlah. Aku akan mengikutimu sepanjang jalan, entah kamu menoleh atau tidak."